Social Media Marketing Trends 2015

Social media telah terbukti menjadi jalur pemasaran dan pembangun brand yang terbukti mumpuni. Tapi, apa saja yang akan terjadi di tahun 2015 ini?

Pertama, pebisnis akan lebih dituntut untuk menyediakan konten yang tepat, di waktu yang tepat, pada audiens yang tepat. Bukan lagi menargetkan kecepatan penyampaian informasi.

Kedua, dengan menurunnya angka “organic reach” (penyebaran konten socmed secara alami, misal: twitter dengan Retweet, facebook dengan share/like), maka pebisnis di “paksa” harus menyediakan budget khusus untuk pemasaran. Agak ngeselin juga sih, socmed yang harusnya memang punya kekuatan viral secara alami, di Facebook misalnya, algoritmanya sedikit banyak mematikan kekuatan viral alami dan ini memaksa kita untuk membayar Mark Zuckerberg lebih banyak uang, meski untuk menyampaikan pesan kita kepada fans dari fanpage yang kita bangun.

Ketiga, angka pertumbuhan konten (materi, baik itu tulisan, foto, poster, atau video) menunjukkan angka yang luar biasa. Di sini, pebisnis harus lebih bisa lebih fokus mengukur keefektifitasan konten yang dibuat dan diluncurkan ke channel socmednya, dalam 3 faktor: 1) REACH, ukur siapa saja yang melihat konten, dari wilayah mana, dengan metode apa (desktop/mobile), dll. 2) ENGAGEMENT, ukur konten apa saja yang orang sukai, bounce rate dari website kita, click pattern (orang ngeklik bagian mana dari web kita atau topik-topik apa saja yang jadi favorit). 3) SENTIMENT, lihat bagaimana komentar orang-orang terhadap materi yang kita berikan kepada mereka (lihat komen tulisan kita di web, juga konten socmed, dll).

Keempat, mainlah di konten video! Ya, jumlah penonton video di Facebook telah melampaui penonton video di Youtube. Dan juga, banyak channel socmed lain, seperti instagram misalnya, yang juga sudah menyediakan cara untuk kita mengirimkan konten video. Yang sudah tentu lebih nampol daripada konten kata-kata dan gambar.

No Comments Yet.

Leave a comment

*